''Kemajuan takkan pernah terjadi tanpa perubahan. Dan mereka yang
tak bisa merubah cara berpikir takkan pernah bisa mengubah apa pun.''
Entah disadari atau tidak, kalimat sastrawan besar George Bernard Shaw
sedang benar-benar dilakukan sang nakhoda BNI Life saat ini. Ia,
Direktur Utama BNI Life Ahmad Junaedy Ganie mengubah berbagai hal yang
ada di anak usaha salah satu bank terbesar di Indonesia tersebut. Mulai
dari pola bisnis, perubahan produk, jam kerja, hingga cara berpikir.
Juga tak lupa memindahkan lokasi kantor pusat BNI Life.
Jika dahulu kantor BNI Life berada di belakang SPBU, kini berdiri berhadap-hadapan dengan sang induk, PT BNI (Persero) TBK.
Foto:Republika/Adhi Wicaksono
Direktur Utama BNI Life A Junaedy Ganie
Bagi dia, perubahan itu penting khususnya bagaimana masyarakat
memandang brand BNI Life. Begitu juga karyawan sendiri memandang
perusahaan yang mereka bangun. Berikut petikan wawancara reporter
Republika,
Ichsan Emrald Alamsyah dan pewarta foto
Adhi Wicaksono.
BNI Life kini telah berubah, bagaimana proses perubahan itu berlangsung?
Semuanya
dimulai ketika direksi BNI Life mulai menjabat pada 20 September tahun
2011, di mana sebentar lagi menjelang tiga tahun masa jabatan kami.
Waktu kami menerima tanggung jawab ini, ada mandat yang kami terima,
yang pertama adalah melakukan akselerasi nilai-nilai korporasi. Jadi,
kami harus menemukan dan membangun, sehingga BNI Life memiliki
nilai-nilai yang tinggi. Dalam arti bukan hanya sekadar harga
perusahaan, namun juga integritas, aspek identitas, budaya, dan aspek
praktik bisnis.
Kemudian, menjadikan
bancassurance sebagai
backbone (tulang
punggung) perusahaan. Awalnya ketika kami masuk bisnis yang besar
adalah dari agensi, padahal BNI adalah anak usaha BNI, salah satu bank
terbesar di Indonesia. Pangsa pasar kita sendiri sangat kecil, sehingga
kami punya tekad yang kuat untuk maju.
Selanjutnya adalah revitalisasi agensi. Sejak 2004 terus merugi dan saat ini kami mengubah menjadi entiti yg menghasilkan laba.
Kemudian, strategi produk dalam mendukung pencapaian profitabilitas dan
pertumbuhan yang berkelanjutan. Salah satunya menghentikan puluhan
produk agensi.
Intinya kami membuat produk yg berguna namun tak merugikan perusahaan. Salah satunya tak fokus pada premi
single. Selain itu, tata kelola perusahaan (
coorporate governance)
berjalan sempurna. Termasuk membentuk risk management. Selain itu
membangun perusahaan dengan dukungan sumber daya insani yang andal.
Terakhir tentu saja mempersiapkan perusahaan menjadi menarik bagi calon
strategic partner.
Anda mengatakan dengan kehadiran Sumitomo Life akan mengarahkan bancassurance sebagai channel bisnis utama, sebenarnya berapa kontribusinya?
Kami percaya
bancassurance akan menjadi tulang punggung perusahaan. Karena kami menyadari
bancassurance yang
dimiliki perusahaan induk yaitu BNI, masih memiliki potensi sangat
besar. Artinya, ketika kami melihat bisnis di dalam sendiri sangat besar
dan nasabah juga mereka yang percaya BNI, alangkah baiknya BNI life
menggali potensi yang ada tersebut.
Karena tentunya kami
menilai jika nasabah kami percaya dengan BNI maka juga akan meyakini BNI
Life. Sehingga, kami berharap prosesnya akan jauh lebih mudah untuk
mendapat kepercayaan nasabah.
Akan tetapi, bukan berarti kami
akan melupakan tiga lini bisnis lainnya. Khususnya syariah yang tumbuh
hampir di level 100 persen. Di mana itu merupakan refleksi dari
pertumbuhan yang sangat bagus, sementara tahun sebelumnya bisa tumbuh
hingga 46-48 persen.
Apakah ada rencana spin-off untuk unit syariah?
Satu
hal yang kami ketahui, regulator berencana meluncurkan aturan mengenai
syariah. Artinya, kami akan mengikuti setiap langkah atau arahan dari
regulator.
Jika regulator menetapkan kami dalam waktu satu atau dua tahun harus
spin-off maka akan kami lakukan. Hanya saja, kami memang memiliki rencana untuk melakukan
spin-off untuk unit syariah, hanya saja belum menetapkan waktunya.
Namun, tahun ini di mana modalnya senilai Rp 25 miliar maka akan ditingkatkan menjadi sangat besar. Berdasarkan
business plan kami akan digelontorkan dana sehingga modalnya menjadi Rp 75 miliar sampai Rp 100 miliar.
Tentu saja, hal itu menunggu persetujuan pemegang saham. Ini baru tahap
perencanaan dan secara prinsip kesepakatan di tingkat direksi.
Apakah akan ada produk baru?
Belum
lama ini kami meluncurkan produk baru. Beberapa di antaranya adalah
Purna Sejahtera, Spektra Health Care, dan masih ada beberapa yang masih
di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Produk yang ada di OJK masih belum bisa
kami sampaikan.
Kemudian, kehadiran perwakilan Sumitomo Life saat ini diharapkan juga meningkatkan
product development.
Kami berharap dengan kehadiran perwakilan Sumitomo Life bisa terjadi
replikasi produk yang bagus di Jepang, namun juga baik untuk masyarakat
Indonesia.
BNI Life berharap menjadi salah satu asuransi pilihan, sebenarnya apa artinya?
Pengertian dasar dari
Life insurance of choice
adalah kami ingin bahwa bila masyarakat berpikir mengenai kebutuhan
asuransi maka yang pertama kali terlintas adalah BNI Life. Cita-cita
yang besar dan tak mudah karena kami ingin membuat BNI Life sebagai
Household Names.
Artinya bukan hanya bank, namun juga asuransinya. Kapan waktunya, kami
tak bisa menyebutkan. Hanya saja kami berharap itu menjadi
surprise bagi pemegang saham.
Kenapa BNI Life memilih Sumitomo?
Sebenarnya
jawaban sangat mudah, namun itu merupakan refleksi dari sesuatu yang
sangat besar bahwa ternyata, baik BNI Life maupun Sumitomo memiliki
landasan filosofis, baik visi misi perusahaan maupun rencana.
Apakah BNI Life akan melahirkan produk mikro?
Dari
aspek ketentuan, perusahaan asuransi setidaknya harus memiliki mikro.
Begitu juga ketika kita melihat kebutuhan masyarakat Indonesia bahwa
masyarakat di bawah yang membutuhkannya.
Karena mereka yang
butuh kepastian jaminan untuk keberlanjutan kelangsungan pendapatan.
Sehingga, tidak ada salahnya perusahaan asuransi untuk bergerak juga di
bidang mikro.
Kami pun termasuk salah satu perusahaan bergerak di mikro. Walaupun masih dalam tahap yang sangat kecil.
Namun, tahun ini kami bertekad untuk bergerak di bidang mikro secara
signifikan. Detailnya belum bisa kami kemukakan, hanya saja yang bisa
kami katakan adalah 2014 kami juga ingin dikenal sebagai salah satu
perusahaan penyedia jasa asuransi mikro.
Tantangan dalam menuju transformasi fase kedua di BNI Life?
Terdapat
sejumlah tantangan besar dalam fase kedua ini. Ekuitas perusahaan yang
meningkat tinggi pada akhir fase pertama dari hanya sebesar Rp 400
miliar pada ujung fase pertama menjadi Rp 4,6 triliun tentunya akan
diikuti oleh rencana pertumbuhan bisnis dan imbal hasil usaha yang lebih
baik dari semua pemangku kepentingan.
Bentuk perusahaan yang
telah menjadi sebuah perusahaan patungan dengan Sumitomo Life memiliki
saham hampir 40 persen yang menyertakan tambahan direksi dan komisaris
baru membawa perusahaan pada tahap asimilasi budaya kerja, termasuk
dalam melakukan adopsi atas sejumlah praktik bisnis dari Sumitomo Life
yang mungkin hendak diterapkan di BNI Life.
Pada saat yang bersamaan, cita kami untuk menjadikan bisnis
bancassurance sebagai tulang punggung perusahaan dihadapkan pada wacana OJK untuk menerapkan aturan tertentu, khusus untuk bisnis
bancassurance sehingga
kami sangat mengharapkan regulator dalam hal ini mengkaji wacana
tersebut secara lengkap dan bijak dan melibatkan para pakar dalam bisnis
bancassurance di Indonesia.
Regulasi yang terkait
dengan distribusi telemarketing telah menunjukkan dampak negatifnya bagi
industri asuransi. Jangkauan telemarketing yang selama ini menjadi
akses masuk yang membuka wawasan masyarakat tentang keberadaan proteksi
asuransi yang memang mereka butuhkan yang ternyata dapat diperoleh
dengan harga terjangkau menjadi surut. Kebijakan regulator dalam hal ini
perlu disikapi dengan baik karena pertumbuhan asuransi melalui saluran
telemarketing telah memberikan kontribusi yang berarti dalam
meningkatkan kesadaran berasuransi masyarakat Indonesia. Adalah penting
untuk menemukan solusi agar keluhan yang timbul terkait dengan saluran
telemarketing diatasi dengan ketentuan yang berbeda.
Perlambatan pertumbuhan perekonomian Indonesia membawa perjalanan ke
depan ini memasuki koridor baru. Persaingan tinggi perbankan di tengah
likuiditas ketat memberikan tekanan prioritas kepada bank mitra kami
yang mungkin berbeda dengan kepentingan industri asuransi. Menemukan
kesamaan visi dan arah serta kepentingan bersama yang saling
menguntungkan dan memberikan nilai tambah bagi nasabah perbankan melalui
bisnis
bancassurance menjadi tantangan tersendiri pula.
Secara mental, kami berharap upaya persiapan, pembentukan kultur budaya kerja dan
bonding yang telah tanamkan selama SDM BNI Life menuju konversi menjadi sebuah perusahaan
joint venture
yang telah dicanangkan sejak awal transformasi tahap pertama akan
membuat proses penyatuan ini berjalan lancar. Seleksi terhadap
penerimaan karyawan baru harus disesuaikan dengan tuntutan dan
lingkungan kerja yang berubah.
Transformasi tahap kedua yang
bersamaan dengan fase transformasi pasar asuransi Asia Tenggara
(ASEAN) memasuki implementasi Masyarakat Ekonomi Asian (MEA) 2015
membawa kita kepada dimensi persaingan yang baru pula. Terpilihnya BNI
Life sebagai peringkat pertama Best Life Insurer 2014 oleh Media
Asuransi untuk kategori perusahaan dengan ekuitas Rp 250 miliar - Rp 750
miliar memberikan tanggung jawab tersendiri pula.
ed: irwan kelana
***
Asyiknya Pergi Berlibur Bersama
Dalam kesibukan yang dijalaninya, Direktur Utama BNI Life Ahmad Junaedy
Ganie mengaku tetap mengutamakan kebersamaan dengan keluarga. Mulai
dari makan malam dan nonton film bersama, melakukan kegiatan olahraga
bersama meskipun sekedar melakukannya pada waktu dan di tempat yang sama
tetapi ada yang melakukan
treadmill, ada yang berenang, dan bahkan ada yang berlatih Satria Nusantara.
"Pergi berlibur bersama selalu merupakan passion kami yang tidak harus
selalu berbiaya mahal. Kebersamaan di rumah dilakukan mulai dari
melakukan berbagai permainan kartu atau sekadar menonton televisi atau
berdiskusi tentang apa pun atau membawa jalan hewan peliharaan kami,"
tutur Junaedy.
Ia juga meluangkan waktu untuk menambah
pengetahuan dengan membaca berbagai jenis buku, menulis, atau sesekali
meluangkan waktu baik sendiri atau ditemani. "Hal tersebut untuk
memenuhi minat saya terhadap budaya dan seni tradisional," ujarnya.
Saat ditanyakan apa yang menjadi target yang ingin dicapai dalam
hidupnya, Junaedy mengatakan bahwa setiap insan mengemban suatu tanggung
jawab. "Saya mengharapkan diberkahi kepercayaan untuk memberikan
kontribusi dalam arti yang luas untuk kebaikan dan kemajuan banyak sejak
dari lingkungan yang terkecil, yaitu keluarga, lingkungan tempat saya
diberikan kepercayaan untuk memimpin, komunitas sosial, sampai pada
lingkungan yang tidak terbatas sesuai dengan jangkauan kemampuan yang
diizinkan oleh Yang Mahakuasa, sesuai dengan panutan dan ajaran-ajaran
yang diberikan-Nya," paparnya.
Dalam lingkungan terdekat, ia
juga terus berusaha untuk menjadi orang tua yang baik dan ini tidak
mudah. "Sebagai anak, saya juga masih berjuang untuk menjadi anak yang
baik. Sebagai pemimpin saya berharap dapat menjadi pemimpin yang bijak,
inspiring, dan dapat menjadi
coach atau mentor yang efektif dan berhasil menjadikan usaha yang dipimpin menjadi memilki daya saing yang tinggi," katanya.
Junaedy mengaku memiliki minat yang tinggi dalam
capacity building yaitu
menggali dan membangun potensi optimum dalam setiap individu sampai
pada kontribusi dalam pembangunan karakter bangsa sehingga dapat ikut
berperan dalam menjadikan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang
bermartabat tinggi, mandiri, dan kreatif. "Saya mengagumi mereka yang
menjadi legenda dalam bidang mereka masing-masing. Saya mengagumi mereka
yang ringan tangan dan tidak segan membantu pihak yang memerlukan
pertolongan. Saya masih harus belajar banyak dan berusaha lebih keras,"
tegas Ahmad Junaedy Ganie.
ed: irwan kelana