Wednesday, 21 May 2014

Do you speak "Bahasa"? - Pembangunan Karakter Bangsa



Do you speak "Bahasa"?

Dari waktu ke waktu terdengar seseorang (bangsa Indonesia) mengeluarkan kalimat yang menjadi judul tulisan ini kepada orang asing di Indonesia. Atau, kalimat sejenis "I am sorry I have to speak in "Bahasa" to my colleague to explain it" jika harus menjelaskan kepada rekan sesama orang Indonesia, jika diperlukan.

Saya dapat mengerti jika kesalahan penerjemahan dilakukan oleh orang asing tetapi mengapa kita bangsa Indonesia sendiri mengadopsi salah kaprah tersebut. Meneruskan mengadopsi salah kaprah ini bak orang tua yang mengikuti tata bahasa dan nada bicara bayi yang baru belajar berbicara atau masih "pelo" sehingga bayi tersebut tidak pernah tahu kata dan nada yang benar.

Mengapa kita tidak melakukan kesalahan yang sama dengan menerjemahkan English atau English language menjadi "Bahasa" atau "Language". Mungkin orang Inggris akan bingung ketika kita mengatakan "I don't speak "Language" padahal yang kita maksudkan kita tidak dapat berbicara dalam Bahasa Inggris.

Beberapa bulan yang lalu  saya membaca sebuah artikel dalam harian terkemuka yang menyebutkan bahwa dalam suatu kelas universitas di luar negeri, kalau tidak salah ingat di Amerika Serikat, mahasiswa Indonesia menerjemahkan Indonesian language menjadi "Bahasa". Tampaknya semakin parah ya. Belum lama ini pula, perusahaan tempat saya bekerja membeli kendaraan operasional yang dilengkapi dengan petunjuk/peta jalan pada monitor di dash board.  Mau tahu apa pilihan bahasa yang dicantumkan pada saat alat tersebut mulai diaktifkan? Pilihan bahasa yang pertama adalah "English" dan pilihan bahasa berikutnya adalah "Bahasa" ! Mustinya pilihan bahasa yang pertama adalah "Language" ya.....

Sikap hormat kepada bahasa sendiri merupakan salah satu refleksi dari rasa hormat kita pada bahasa kita yang menjadi salah satu media pemersatu bangsa Indonesia. Lebih jauh lagi, upaya menjaga bahasa kita adalah salah satu cara menunjukan upaya kita menjaga martabat bangsa Indonesia. Ayo, mari kita berbenah walaupun sekecil apapun untuk menaikan harkat dan membangun karakter bangsa Indonesia.

Tulisan ini sama sekali tidak bermaksud menafikan pentingnya bagi bangsa Indonesia untuk menguasai bahasa asing.


Jakarta, 21 Mei 2014

No comments:

Post a Comment